Apakah Haus Gejala Dehidrasi, Temukan Di Sini
Kode Iklan Atas Artikel
Berbicara dehidrasi sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mendengar kata ini kita pasti menuju pada kata air, benar banget ini berkaitan dengan cairan. Dehidrasi adalah kondisi dimana seseorang kekurangan cairan tubuh. Misalkan pada anak, atau adik kita, dehidrasi terbagi atas 3 kelompok yaitu ringan, sedang , dan berat.
Dehidrasi ringan, sedang, dan berat berturut-turut terjadi jika cairan yang hilang sebanyak 5%, 5-10%, di atas 10% dari berat badan.
Nah, mungkin kita pernah mengalami dehidrasi dalam kehidupan sehari-hari, entah pada saat beraktivitas, olahraga, atau bekerja. Bagaimana cara mengetahuinya?
Dehidrasi ringan ditandai dengan rasa haus, sehingga merangsang penderita untuk minum lebih banyak, ini nih yang biasa kita alami sehabis mengeluarkan keringat. Jika kebutuhan air tidak terpenuhi dehidrasi akan bertambah berat. Untuk dehidrasi sedang ditandai kulit lembab ekstremitas pucat, mata cekung, konjungtiva pucat. Sedangkan dehidrasi berat ditandai dengan mata cekung dan kulit menjadi tidak elastis (bila dicubit bekas cubitan tidak cepat kembali ) yang dapat dengan mudah dilihat pada kulit perut. Bila penderita tidak segera dipulihkan, kesadaran akan menurun dan penderita akan mengalami shock, yang dapat menyebabkan kematian.
Dehidrasi perlu mendapatkan penanganan yang lebih baik, terutama bayi dan anak-anak yang sangat rentan terhadap dehidrasi. Dehidrasi ringan dapat ditangani sendiri, yaitu dengan cara minum air sebanyak-banyaknya sehingga penderita tidak lagi haus.
Penderita dehidrasi mengalami gangguan keseimbangan elektronik ini, karena pengeluaran cairan tubuh disertai dengan pengeluaran garam dan mineral karena itu dalam pemilihannya cairan yang diberikan sebaiknya berupa garam elektronik. Bila oralitit tidak tersedia dapat dipakai larutan gula garam yang dibuat sendiri.
Kode Iklan Bawah Artikel
