7 Keunikan yang Akan Kamu Rasakan Ketika Menikah dengan Orang Minang
Kode Iklan Atas Artikel
Rendang, telur balado, sup kepala ikan, gulai cincang, sambal merah dan ijo, semua itu cuma secuil dari bermacam-macam menu yang bisa kamu temui di rumah makan Padang. Memang sih kalau dengar kata “orang Padang” atau “orang Minang”, pikiran kamu langsung tertuju pada sebuah warung beraroma rempah dan santan yang kuat dengan warna-warni yang mengundang selera. Begitu pula dengan kamu yang berniat menikah dengan orang Minang, berikut ini adalah 7 keunikan jika menikah dengan orang minang.
1. Sebelum kamu kenal dia, kamu suka “pukul rata” kalau semua orang Minang itu adalah orang Padang.
Yang ada di pikiran kamu awalnya, semua orang Minang itu sama dengan orang Padang. Pokoknya semua yang dari Sumatera Barat itu ya orang Padang. Setelah kamu mengenal dia, baru lah kamu tahu kalau orang Minang itu asalnya juga bermacam-macam. Ada yang Bukit Tinggi, Pariaman, Payakumbuh dan sebagainya. Jadi, kalau ada yang mengaku orang Minang, belum tentu kampung halamannya di Kota Padang.
2. Kebiasaan orang Minang untuk merantau mengharuskan dia untuk serba perhitungan
Enggak heran kalau dari dia kamu jadi ketularan hemat.
Hemat bukan pelit!
Hemat bukan pelit! Di perantauan, orang Minang ini cenderung terkenal pelit. Pastinya ini salah besar. Orang Minang ini bukan pelit tapi hemat. Sebenarnya, pengiritan orang Minang terutama di rantau itu adalah cara untuk bertahan hidup. Ya namanya juga sedang merantau, jauh dari rumah, jauh dari keluarga, jadinya harus pintar-pintar berhemat.
Nah, justru bersama dia kamu jadi belajar untuk berhemat juga. Yang hemat-hemat gini nih cocok untuk diajak mengelola keuangan rumah tangga nantinya. Ciyeee!
3. Meski gak semua orang terlahir sebagai pengusaha, tapi ‘gen berdagang’ mengalir deras di dalam darah mereka
Pengusaha Minang yang sukses dan hobinya juga merantau (jalan-jalan keliling dunia). Nanti, kalau menikah sama orang Minang juga melatih jiwa berwirausahamu. Sudah dari zaman dahulu kala, kalau orang-orang Minang ini terkenal dengan jiwa berdagang. Jiwa berdagang ini sepertinya sudah mendarah daging dan turun temurun bagi orang Minang. Enggak heran deh banyak orang Minang yang menjadi pengusaha sukses di Indonesia. Contohnya Tariq Halilintar dan istrinya, pengusaha berdarah Minang yang memiliki sebelas anak dan seluruhnya pandai berdagang.
4. Kalau dia habis pulang kampung, pasti dibawain rendang, keripik sanjay, plus sambal ijo yang otentik & super enak
Beda banget dari rumah makan padang ecek-ecek
Waktu dia lagi pulang kampung, tentunya kamu akan kangen banget dengan dia. Tapi, di sisi lain, senang juga sih soalnya pasti nanti dia pulang bawa oleh-oleh yang super enak. Kalau dia balik ke rantau, ibunya selalu membawakan keripik sanjay, rendang lengkap dengan sambal, pokoknya masakan Minang yang benar-benar bikinan orang Minang dan berasal dari Tanah Minang. Rasanya, jelas beda dengan masakan Minang yang dijual di warung-warung di Jawa. Apalagi yang ada tulisannya “Padang Murah”, jelas beda!
5. “Kalau jodoh nikah sama orang Minang, kamu yang laki-laki dibeli”. Apa benar begitu?
Pandangan ini yang juga sering kali dibayangkan tentang orang Minang. Memang sih, orang Minang terkenal dengan garis keturunan matrilineal atau berdasarkan garis ibu. Sebenarnya istilah yang tepat bukanlah ‘dibeli’ tapi ‘dijapuik’ atau dijemput. Yang melakukan tradisi tersebut umumnya adalah orang minang dari daerah Pariaman.
6. Kamu sudah sering membayangkan kalau nanti nikah disuguhi dengan perang pantun
Minang memang terkenal dengan tradisi berpantun. Kamu yang punya calon istri orang Minang, pasti udah membayangkan kalau di pernikahanmu nanti bakal ada perang pantun bersautan-sautan yang seru. Tapi, kamu nggak perlu khawatir atau buru-buru belajar berpantun. Ada juru pantun yang bisa kamu mintai tolong kok.
7. Yang bikin kamu suka, meski berbeda suku, dia masih nyambung sama keluargamu
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijungjung. Begitulah salah satu pantun yang dipegang teguh orang Minang di rantau. Pedoman inilah yang bikin orang Minang bisa sukses diterima di rantau. Begitu pula dengan dia yang bisa dengan mudah diterima di keluargamu. Intinya, mau dari suku apapun yang penting saling mengerti dan cinta. Karena kalau sudah menikah, gak ada lagi yang namanya “keluarga aku” atau “keluarga kamu” yang ada hanya “keluarga kita”.
Sumber tulisan: www.hipwee.com
Kode Iklan Bawah Artikel
