7 Fakta Tentang Rokok yang Perlu Anda Ketahui
Kode Iklan Atas Artikel
Masih ingatkah Anda dengan istilah, "Merokok Membunuhmu"? Efek dari merokok tentunya berakibat buruk bagi tubuh Anda.
Ketika nikotin masuk ke dalam tubuh Anda, kadar oksigen yang seharusnya mengalir ke dalam darah pun berkurang. Hal ini dapat mempercepat pembekuan darah yang kemudian berpotensi memicu serangan jantung. Pada otak manusia pun, rokok bisa menyebabkan aneurisma otak, yaitu pembengkakan pembuluh darah yang terjadi akibat melemahnya dinding pembuluh darah. Sewaktu-waktu , bisa jadi pembuluh darah Anda bisa pecah dan menimbulkan perdarahan otak. Apakah Anda adalah seorang perokok?
Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P mengatakan “Efek yang biasanya paling mudah dilihat adalah bau mulut dan gigi yang bernoda atau kekuningan”. Efek yang paling berbahaya daripada itu adalah kanker paru-paru karena terdapat bahan-bahan kimia dalam rokok yang berpotensi merusak sel-sel pada paru-paru sehingga bisa membentuk sel kanker. Penyakit serius lainnya yang bisa mengancam kehidupan Anda adalah bronkitis, pneumonia, dan emfisema. Selain itu, untuk penggunaan jangka panjang, rokok dapat menyebabkan osteoporosis karena racun pada rokok bisa merusak tulang dengan cara menghentikan kerja sel-sel konstruksi.
Berikut ini adalah 7 fakta tentang rokok yang perlu Anda ketahui:
1. Lebih dari 2.677.000 anak dan 53.767.000 orang dewasa mengonsumsi tembakau tiap hari di Indonesia.
2. 57,1% adalah perokok pria, 3,6% wanita, dan 41% perokok di bawah umur. (The Tobacco Atlas, 2015).
3. Indonesia adalah negara dengan jumlah perokok remaja tertinggi di dunia. Sebanyak 3 dari 5 anak di Indonesia tertarik untuk merokok karena iklan rokok di TV dan secara bebas membelinya di toko, warung, atau pasar swalayan. Sehingga, 20% dari total seluruh pelajar SMP di Indonesia yang berusia antara 13-15 tahun sudah pernah merokok. (WHO dalam Global Youth Tobacco Survey, 2014)
4. Jumlah kematian akibat konsumsi tembakau menjadi 240.618 orang per tahun, atau 13,9% kematian. (Soewarta Kosen -Tobacco Control Support Center, 2015).
5. Wanita, anak-anak, dan balita merupakan kelompok yang paling banyak terpapar asap rokok dalam rumah. Jumlah perokok pasif di Indonesia 96 juta jiwa, yaitu 54% wanita dan 56% balita usia 0-4 tahun. (Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2015)
6. Puntung rokok merupakan sampah terbanyak di Indonesia. Filter rokok yang mengandung asetat selulosa tipe plastik membutuhkan 12 tahun untuk terurai. Residu bahan kimia di dalamnya juga dapat meracuni ikan dan biota laut. (International Journal of Environmental Research and Public Health, Coastal Clean Up 2016). (f)
Apa aka Anda perokok aktif atau pasif? Jika ditanya soal perbandingan antara perokok pasif dan aktif, menurut dr. Agus, perokok aktif tetaplah lebih terancam gangguan kesehatannya.
Apa aka Anda perokok aktif atau pasif? Jika ditanya soal perbandingan antara perokok pasif dan aktif, menurut dr. Agus, perokok aktif tetaplah lebih terancam gangguan kesehatannya.
“Kalau perokok pasif, dia menghirup asap rokok dari luar saja, tetapi perokok aktif mengisap rokok dan kemudian menghirup asap rokok yang dikeluarkan. Bahayanya jadi dobel,” ucapnya.
Sumber: femina.co.id
Kode Iklan Bawah Artikel
